Sabtu, 22 Agustus 2015

ARTIKEL TEORI EKONOMI MAKRO TENTANG PENGELUARAN INVESTASI ( POTENSI INVESTASI MENJELANG KENAIKAN HARGA BBM)

POTENSI INVESTASI MENJELANG KENAIKAN HARGA BBM
Tersebarnya isu kenaikan BBM membuat masyarakat indonesia khususnya mereka yang berada dalam tingkat ekonomi menengah kebawah meneluh membayangkan kehidupan yang semakin sulit. Dampak yang ditimbukan dari kenaikan BBM ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian yang ada di Indonesia. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan meningkatnya inflasi yang akan menyebabkan laju kegiatan perekonomian sedikit terhambat sehingga memugkinkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun. Untuk mengatasi itu semua, Indonesia harus mampu mempertahankan pertumbuhan investasi.
Dalam laporan Triwulanan Perkembangan Ekonomi Indonesia edisi bulan Desember 2012, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,1 persen untuk tahun 2012, sedikit meningkat di tahun 2013 menjadi 6,3 persen. Proyeksi ini mengasumsikan konsumsi domestik dan pertumbuhan investasi masih bertahan kuat.[1] Selain itu berdasarkan berita dari surat kabar TEMPO.CO, Surakarta, memberikan kabar yang menggembirakan bagi indonesia dimana Polandia tertarik meningkatkan nilai investasinya di Indonesia. Namun, banyak investor asing yang mengeluhkan adanya pungutan-pungutan liar yang memberatkan. Sudah seharusnya pemerintah dapat menekan high cost economy agar investor tertarik untuk meamamkan modalnya dan juga tetap mempertahankan dana yang investasikannya untuk membiayai kegiatan usaha dan bisnis dan  ini  dapat menyerap tenaga kerja sehingga dengan kenaikan BBM yang berdampak pada semua sektor bisa teratasi.
Untuk mengurangi dampak kenaikan harga BBM yang akan berakibat terjadinya inflasi dan pengangguran, pemerintah optimis dapat menekan dampak yang ditimbulkan dari kenaikan BBM dengan memperkuat investasi. Karena dengan menguatnya nilai investasi, maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Tabel 1. Pertumbuhan Ekonomi dan Kebutuhan Investasi
Keterangan
Periode
2009
2010
2011
2012
2013
2014
Pertumbuhan Ekonomi Rill (%)
 4,5
 5.5 - 5.6
 6.0 - 6.3
 6.4 - 6.9
 6.7 - 7.4
7.0 - 7.7
Kebutuhan Investasi (Rp Triliun)
1.743,7
 1.894,1
 2,111.1 - 2,144.5
2,348.8 - 2,465.0
2,619.9 - 2,788.4
2,939.2 -3,168.8
sumber : Kerangka Makro : Sasaran dan Target Pembangunan
RPJMN 2010 – 2014[2].
            Tabel diatas menunjukkan bahwa kebutuhan investasi mengalami peningkatan setiap tahunnya. Semakin besar kebutuhan investasi terpenuhi sesui target maka pertumbuhan ekonomi riil dapat tumbuh dengan sangat baik. Dan target pertumbuhan ekonomi riil bisa tercapai sejalan dengan terpenuhinya kebutuhan investasi maka dapat dipastikan bahwa angka pengangguran dapat diturunkan. Besarnya pembiayaan yang dibutuhkan pemerintah yang tercatat di APBN hanya sebesar Rp 220 triliun (11,62%), sehingga pemerintah membutuhkan pembiayaan dari sektor swasta sebesar RP 674,1 triliun  (88,38%). Pembiayaan tersebut diharapkan dapat ditutupi dari para investor baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang bersedia berinvestasi. Untuk meningkatkan pertumbuhan investasi ditengah isu kenaikan harga BBM yang diiringi dengan kenaikan harga-harga barang dan jasa yang juga membentuk tingkat suku bunga tinggi, pemerintah mengambil kebijakan dengan menurunkan tingkat suku bunga. Faktor tigkat suku bunga sangat penting bagi pertumbuhan investasi. Walaupun terdapat hubungan negatif karena antara jumlah investasi dan tingkat suku bunga berbanding terbalik. Jika suku bunga turun, maka jumlah investasi akan meningkat, dan begitu juga sebaliknya.
            Disamping itu juga, pertumbuhan investasi akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sebab suatu proyek investasi akan menghasilkan pendapatan. Jadi, meskipun dampak inflasi dari kenaikan harga BBM dapat menngakibatkan menurunnya investasi dan pendapatan GDP riil tetapi semua itu tetap bisa diatasi dengan menyeimbangkan pada sektor perekonomian yang lain. Sedangkan bagi masyarakat dalam rangka menghadapi kenaikan harga-harga yang timbul dari dampak kenaikan BBM dapat melakukan langkah-langkah yang bijaksana yaitu melakukan investasi yang tepat. Dimana investasi pada sektor yang tidak terlalu terjangkau oleh dampak inflasi secara signifikan, seperti investasi pada emas atau bisa investasi pada reksadana yang memberikan hasil yang lebih besar dibandingkan investasi pada Bank.



[1] http://setkab.go.id/berita-6988-bank-dunia-perkirakan-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2013-capai-63-persen.html
[2] http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/0DC5CA94-289B-4A19-A203-1E2E8E9383D8/20784/Boks2.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar